Kisah Pulau Yos Sudarso, Pulau Di Provinsi Papua

Pulau ini diberi nama atas jasa pahlawan Laksamana Yos Sudarso yang gugur dalam pertempuran Trikora atau pembebasan Irian Barat. Dahulu, Pulau ini bernama Pulau Dolok atau biasa disebut juga Pulau Kimaam yang terletak di barat Pulau Merauke atau di selatan Provinsi Papua. Pulau ini dipisahkan dengan Pulau Irian oleh sebuah selat kecil. Sejak tahun 1998, pemerintah menetapkan pulau ini sebagai suaka margasatwa.

Pulau ini memiliki kekayaan alam berupa mangrove yang mengelilingi pulau seluas 14.357 kilometer ini. Kondisi geografisnya dikelilingi laut dan memiliki kondisi tanah yang berlumpur membuatnya menjadi lahan subur untuk tumbuhnya tanaman bakau, ekosistem savana, hutan hijau, dan rawa. Keanekaragaman fauna nya pun sangat bagus. Pulau ini tempat berkembang biak yang nyaman bagi burung, ikan, kanguru, rusa, dan buaya. Karena daerah ini juga kaya mangrove, maka Pulau Yos Sudarso menjadi habitat yang nyaman bagi kepiting, udang, dan ikan.

Pulau Yos Sudarso atau Pulau Dolok atau Pulau Kimaam ini terbagi menjadi 4 distrik, yaitu Distrik Kimaam, Distrik Waan, Distrik Tabonji, Distrik  Ilwayap, yang sebagian besar dihuni suku Marind Bob. Keunikan pulau ini terlihat dari bentuknya yang menyerupai daun. Masyarakat di daerah ini rata-rata bermata pencaharian sebagai nelayan dan pemburu rusa. Mereka juga berladang di kebun-kebun yang ditanami sagu, umbi, pisang, keladi, dan kelapa, juga tanaman tebu di beberapa daerah di Bamol.

Pulau ini berperan sebagai lokasi strategis pertahanan karena letak Pulau Yos Sudarso yang berhadapan langsung dengan Australia. Alat transportasi yang digunakan dari distrik ke distrik di Pulau ini menggunakan perahu kecil atau pun boat. Di Kampung Wanam yang berada di Distrik Ilwayab, fasilitas perkotaan sudah lebih lengkap, yakni adanya fasilitas pelabuhan, bank, pasar, bandara kecil, pos keamanan, fasilitas komunikasi, dan klinik.

Pulau Yos Sudarso memang tidak lebih terkenal dibandingkan pulau lainnya di Papua Barat, namun keindahan yang ditawarkan bisa menjadi alasan Anda untuk tidak melupakan kunjungan ke konservasi alam ini.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *